MEDAN – UPTD Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumatera Utara menggelar edukasi dan pemeriksaan mata anak di TK Kristen Kalam Kudus 2 Medan. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak usia dini.
Sebanyak 53 murid mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 25 September 2026. Pemeriksaan dilaksanakan di Aula Gedung Sekolah TK-SD-SMP-SMA Swasta Kristen Kalam Kudus 2 Medan, Jalan Kapten Muslim No. 114/130, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia.
Program tersebut menjadi bagian dari pelayanan promotif dan preventif kesehatan mata. Selain menjalani pemeriksaan, anak-anak mendapatkan edukasi mengenai kebiasaan yang dapat mendukung kesehatan penglihatan dan tumbuh kembang.
Pemeriksaan Mata Anak Diikuti 53 Murid
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan pemeriksaan mata yang diajukan TK Kristen Kalam Kudus 2 Medan kepada UPTD Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumatera Utara.
Pelaksanaannya turut didampingi Kepala Bidang Penunjang UPTD RS Khusus Mata Sumut, Audrey Marselina Zebua, S.Farm., Apt., M.Kes.
Tim pelayanan kesehatan mata kemudian melakukan pemeriksaan penglihatan kepada para murid.
Menurut Dinas Kesehatan Sumatera Utara, pemeriksaan ketajaman visual menggunakan perangkat yang disesuaikan untuk anak. Skrining ditujukan untuk membantu mendeteksi kelainan refraksi, seperti mata minus dan silinder, serta gangguan penglihatan lainnya.
Deteksi Dini Penting bagi Anak
Pemeriksaan mata sejak usia dini penting karena gangguan penglihatan dapat memengaruhi aktivitas anak, termasuk proses belajar.
Anak mungkin tidak selalu dapat menjelaskan bahwa penglihatannya bermasalah. Karena itu, pemeriksaan dapat membantu menemukan indikasi gangguan yang sebelumnya tidak diketahui orang tua maupun guru.
RS Mata Sumut menjelaskan bahwa kesehatan mata berkaitan dengan kemampuan melihat sekaligus mendukung proses belajar, aktivitas sehari-hari, dan tumbuh kembang anak.
Jika masalah penglihatan ditemukan lebih awal, anak dapat diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhannya.
Anak Juga Mendapat Edukasi Kesehatan Mata
Program di TK Kristen Kalam Kudus 2 Medan tidak hanya berupa pemeriksaan.
Tim RS Mata Sumut memberikan edukasi kepada anak mengenai beberapa hal penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mata.
Materinya meliputi pemenuhan gizi seimbang, pentingnya vitamin A, serta manfaat pemeriksaan penglihatan sejak dini.
Edukasi sejak usia dini diharapkan membuat anak mulai mengenal kebiasaan hidup sehat.
Orang tua dan lingkungan sekolah juga mempunyai peran dalam memperhatikan kondisi penglihatan anak.
Vitamin A Ikut Menjadi Materi Edukasi
Salah satu materi yang diberikan adalah mengenai vitamin A.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan menjelaskan peran vitamin A dalam mendukung kesehatan mata dan tumbuh kembang anak. Anak-anak juga diperkenalkan dengan pentingnya makanan bergizi seimbang.
Pesan ini menjadi bagian dari pendekatan edukatif dalam menjaga kesehatan mata.
Namun, menjaga penglihatan anak tentu tidak hanya bergantung pada satu jenis vitamin. Pola makan bergizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan ketika terdapat keluhan tetap penting.
Anak dengan Indikasi Gangguan Dianjurkan Periksa Lebih Lanjut
Hasil skrining juga menjadi dasar untuk menentukan apakah seorang anak membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
Anak yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan diarahkan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut agar kondisinya dapat diperiksa dan ditangani sesuai kebutuhan.
Tahapan tersebut penting karena skrining awal bukan pengganti pemeriksaan klinis lengkap.
Dengan pemeriksaan lebih lanjut, tenaga medis dapat menentukan kondisi mata anak secara lebih terperinci dan memberikan rekomendasi yang sesuai.
Gangguan Penglihatan Bisa Menghambat Aktivitas Belajar
Kemampuan melihat memiliki hubungan erat dengan aktivitas belajar anak.
Ketika tulisan di papan terlihat kabur atau anak kesulitan melihat objek tertentu, aktivitas di kelas dapat terganggu.
Inilah alasan pemeriksaan mata anak sejak dini perlu mendapat perhatian.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyebut penanganan yang cepat dan tepat diharapkan dapat membantu mencegah hambatan belajar akibat keterbatasan penglihatan.
Karena itu, orang tua dan guru sebaiknya tidak mengabaikan keluhan penglihatan yang disampaikan anak.
RS Mata Sumut Dekatkan Layanan Preventif kepada Masyarakat
Kegiatan di TK Kristen Kalam Kudus 2 Medan sekaligus menjadi upaya RS Mata Sumut mendekatkan pelayanan kesehatan mata kepada masyarakat, khususnya anak usia dini.
Program berbasis sekolah memungkinkan edukasi dan skrining menjangkau anak secara langsung.
Kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan juga dapat membantu meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan mata secara berkala.
RS Khusus Mata Provinsi Sumatera Utara sendiri merupakan fasilitas kesehatan khusus mata milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang berlokasi di Jalan Kapten Sumarsono No. 1, Medan.
Orang Tua Perlu Perhatikan Kesehatan Mata Anak
Kegiatan pemeriksaan mata anak ini membawa pesan penting bagi orang tua.
Gangguan penglihatan sebaiknya diketahui sedini mungkin. Jika anak menunjukkan kesulitan melihat atau muncul keluhan pada mata, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Pemeriksaan juga menjadi penting apabila hasil skrining di sekolah menunjukkan adanya indikasi gangguan.
Dengan deteksi dan tindak lanjut yang tepat, masalah penglihatan dapat ditangani berdasarkan kondisi masing-masing anak.
Deteksi Dini untuk Mendukung Tumbuh Kembang
Program yang diikuti 53 murid TK Kristen Kalam Kudus 2 Medan menunjukkan pentingnya kolaborasi fasilitas kesehatan dan sekolah dalam menjaga kesehatan anak.
Selain melakukan skrining, edukasi mengenai gizi seimbang, vitamin A, dan kesehatan mata menjadi bekal bagi anak untuk mulai mengenal kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Bagi orang tua, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kesehatan mata merupakan bagian penting dari tumbuh kembang.
Deteksi dini bukan hanya bertujuan menemukan masalah penglihatan. Pemeriksaan sejak awal juga membuka kesempatan agar anak yang membutuhkan penanganan dapat memperoleh evaluasi lebih lanjut sebelum gangguan penglihatan semakin menghambat aktivitas sehari-hari.
