puskesmas-sumut.org — Kesehatan ibu dan anak terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Berbagai program diperkuat untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita.
Upaya tersebut mencakup pemeriksaan kehamilan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi ibu hamil, hingga pencegahan stunting.
Kesehatan Ibu dan Anak Jadi Prioritas
Kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu sasaran utama pembangunan kesehatan Sumut. Dalam perjanjian kinerja Dinas Kesehatan Sumut 2026, peningkatan kesehatan ibu dan anak menjadi sasaran strategis dengan indikator Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat pelayanan kesehatan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang dibutuhkan.
Angka Kematian Ibu di Sumut Menurun
Kabar positif datang dari perkembangan kesehatan ibu di Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumut melaporkan Angka Kematian Ibu pada 2025 mencapai 45,38 per 100.000 kelahiran hidup.
Capaian tersebut lebih baik dibandingkan target yang ditetapkan sebelumnya. Pemerintah menilai hasil ini tidak terlepas dari penguatan layanan kesehatan dan kerja sama berbagai pihak.
Meskipun demikian, pelayanan kepada ibu hamil dan ibu setelah melahirkan tetap perlu diperkuat.
Pemeriksaan Kehamilan Perlu Dilakukan Rutin
Pemeriksaan kehamilan atau ANC menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Melalui pemeriksaan rutin, kondisi ibu dan janin dapat dipantau. Risiko kesehatan juga dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Namun, capaian ANC minimal enam kali di Sumut pada triwulan II 2026 masih berada di angka 20,4% dari target 48%. Karena itu, peningkatan akses dan kepatuhan pemeriksaan kehamilan masih menjadi pekerjaan penting.
Pemantauan Balita Terus Diperluas
Perhatian terhadap kesehatan anak juga dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan balita.
Hingga 2026, sebanyak 696.183 balita atau sekitar 90% dari total 768.408 balita di Sumut telah masuk dalam pemantauan pertumbuhan.
Pemantauan tersebut penting untuk mengetahui perkembangan anak. Jika ditemukan masalah pertumbuhan atau gizi, keluarga dapat segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
ASI Eksklusif Capai 83,3 Persen
Pemberian ASI eksklusif juga menunjukkan perkembangan positif.
Data Pemprov Sumut mencatat cakupan ASI eksklusif bagi bayi berusia di bawah enam bulan mencapai 83,3%. Angka tersebut sudah melampaui target nasional sebesar 76%.
ASI memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan bayi pada masa awal kehidupan. Karena itu, dukungan keluarga dan lingkungan sangat diperlukan agar ibu dapat memberikan ASI secara optimal.
Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Kehamilan
Kesehatan ibu dan anak juga berkaitan erat dengan pencegahan stunting.
Dinas Kesehatan Sumut mencatat prevalensi stunting berdasarkan SSGI 2024 sebesar 22%. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 18,5% pada 2026 dan di bawah 14% pada 2029.
Upaya pencegahan dilakukan melalui penguatan ANC, pemberian tablet tambah darah, makanan tambahan bagi ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang balita.
Gizi Ibu Hamil Mendapat Perhatian
Pemenuhan gizi ibu hamil juga menjadi bagian penting dalam program kesehatan Sumut.
Hingga Juni 2026, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis atau KEK telah mencapai 87%. Program tersebut diharapkan membantu meningkatkan kondisi gizi ibu dan mendukung kesehatan janin.
Karena itu, ibu hamil perlu mendapatkan makanan bergizi dan mengikuti pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Puskesmas Punya Peran Penting
Puskesmas menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dekat dengan masyarakat. Pelayanan di tingkat pertama dapat membantu ibu dan anak mendapatkan pemeriksaan serta edukasi kesehatan.
Pemerintah Sumut juga terus mendorong penguatan Puskesmas, termasuk di wilayah terpencil. Pada Mei 2026, Pemprov Sumut menyatakan akan mempercepat peningkatan Puskesmas rawat inap di daerah terpencil agar akses pelayanan kesehatan semakin mudah.
Dengan fasilitas yang semakin kuat, pelayanan kesehatan ibu dan anak diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Peran Keluarga Tidak Kalah Penting
Menjaga kesehatan ibu dan anak bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan. Keluarga juga memiliki peran besar.
Suami dan anggota keluarga dapat membantu ibu melakukan pemeriksaan kehamilan. Selain itu, keluarga dapat mendukung pemberian ASI, menyediakan makanan bergizi, serta memastikan anak mendapatkan pemantauan pertumbuhan.
Dengan dukungan keluarga, upaya menjaga kesehatan dapat dilakukan secara konsisten.
Kesimpulan
Kesehatan ibu dan anak di Sumatera Utara terus diperkuat melalui pemeriksaan kehamilan, pemantauan balita, dukungan ASI eksklusif, pemenuhan gizi, dan pencegahan stunting.
Capaian ASI eksklusif dan pemantauan balita menunjukkan perkembangan positif. Namun, pemeriksaan kehamilan secara rutin masih perlu terus ditingkatkan.
Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan layanan Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Dengan pemeriksaan rutin dan dukungan keluarga, kesehatan ibu serta anak dapat dijaga sejak awal kehidupan.
