Pemerintah Kota Tanjungbalai mulai meningkatkan fasilitas RSUD dr Tengku Mansyur. Pekerjaan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim pada Rabu, 2 September 2026.
Rehabilitasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat. Selain itu, pemerintah berharap fasilitas yang lebih memadai dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Wali Kota Letakkan Batu Pertama
Mahyaruddin Salim secara langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Ekbang Tajul Abrar dan Kepala Dinas PUTR Tety Juliani Siregar. Direktur RSUD dr Tengku Mansyur Dian Ramadha Sari serta Sekretaris Dinas Kesehatan Nurlindawaty Saragih juga hadir.
Selain itu, tenaga medis, pejabat rumah sakit, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Tety Juliani Siregar, pembangunan dan rehabilitasi menjadi awal pekerjaan fisik yang telah dinantikan.
Rehabilitasi Tingkatkan Kenyamanan Pasien
Peningkatan fasilitas rumah sakit bukan hanya berkaitan dengan kondisi bangunan. Pelayanan kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama.
Karena itu, rehabilitasi RSUD Tengku Mansyur diharapkan meningkatkan kenyamanan pasien. Akses terhadap pelayanan juga diharapkan semakin baik.
Mahyaruddin menegaskan bahwa pembangunan tersebut bukan sekadar membangun fasilitas fisik. Pemerintah ingin meningkatkan kualitas serta kenyamanan pelayanan kesehatan masyarakat Tanjungbalai.
Dengan demikian, peningkatan infrastruktur harus berjalan bersama peningkatan kualitas pelayanan.
IGD dan Fasilitas Rumah Sakit Ditingkatkan
Pekerjaan rehabilitasi mencakup gedung berukuran sekitar 24 x 28 meter. Sejumlah fasilitas pelayanan juga masuk dalam pekerjaan tersebut.
Di antaranya adalah ruang Instalasi Gawat Darurat atau IGD, ruang farmasi dan ruang isolasi. Selain itu, tersedia ruang untuk mendukung peralatan medis lainnya.
Keberadaan IGD memiliki peran penting dalam menangani pasien yang membutuhkan pertolongan segera. Oleh sebab itu, peningkatan fasilitas tersebut diharapkan mendukung pelayanan kegawatdaruratan.
Sementara itu, ruang farmasi dibutuhkan untuk mendukung ketersediaan pelayanan obat bagi pasien.
Proyek Ditargetkan Selesai 150 Hari
Pemerintah menetapkan target penyelesaian pekerjaan selama 150 hari kalender.
Karena itu, Wali Kota meminta Dinas PUTR mengawal pekerjaan sesuai perencanaan dan ketentuan. Pengawasan juga harus dilakukan secara profesional dan objektif.
Pemerintah berharap pekerjaan selesai sesuai target. Selain itu, kualitas pembangunan harus tetap menjadi perhatian selama pelaksanaan proyek.
Sumber lain melaporkan proyek tersebut menggunakan APBD Kota Tanjungbalai Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sekitar Rp4,775 miliar.
Pelayanan RSUD Juga Harus Meningkat
Gedung yang lebih baik perlu diikuti dengan pelayanan yang semakin berkualitas.
Oleh sebab itu, Mahyaruddin meminta jajaran RSUD dr Tengku Mansyur meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan diharapkan lebih cepat, profesional, dan ramah.
Kebutuhan pasien juga harus menjadi perhatian. Selain itu, peningkatan fasilitas diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut penting karena RSUD merupakan salah satu fasilitas rujukan pelayanan kesehatan daerah.
Pemko Jalin Komunikasi dengan RSUP Adam Malik
Pemko Tanjungbalai juga terus membangun komunikasi dengan RSUP H. Adam Malik Medan.
Kerja sama dan komunikasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas pelayanan kesehatan di Tanjungbalai.
Selain itu, penguatan jejaring pelayanan dapat membantu daerah dalam meningkatkan kemampuan fasilitas kesehatan.
Pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang semakin baik tanpa mengabaikan sistem rujukan yang berlaku.
Fasilitas Cath Lab Turut Ditinjau
Setelah prosesi peletakan batu pertama selesai, Mahyaruddin bersama rombongan meninjau pembangunan fasilitas Cath Lab RSUD dr Tengku Mansyur.
Fasilitas tersebut menjadi bagian lain dari pengembangan pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, rehabilitasi gedung terus berjalan sesuai tahapan pekerjaan. Pemerintah meminta pengawasan dilakukan secara konsisten sampai proyek selesai.
RSUD Tengku Mansyur Didorong Semakin Representatif
Rehabilitasi RSUD dr Tengku Mansyur menjadi bagian dari upaya Pemko Tanjungbalai memperkuat fasilitas kesehatan daerah.
Selain itu, pembangunan diharapkan membuat lingkungan pelayanan semakin nyaman bagi pasien dan tenaga kesehatan.
Target 150 hari menjadi acuan penyelesaian pekerjaan. Karena itu, pemerintah meminta seluruh tahapan berjalan sesuai perencanaan.
Pada akhirnya, peningkatan bangunan perlu diikuti peningkatan mutu pelayanan. Dengan demikian, masyarakat Tanjungbalai diharapkan mendapatkan fasilitas rumah sakit yang semakin memadai dan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
