Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

495 Siswa Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Karo Terima Tali Asih, Pemulihan Jadi Perhatian

KARO — Sebanyak 495 siswa terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menerima tali asih sebagai bentuk dukungan dalam proses pemulihan.

Bantuan disalurkan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Sabtu (3/10/2026). Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak.

Rapidin berharap para siswa segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa tanpa membawa pengalaman tersebut menjadi trauma berkepanjangan.

495 Siswa Terdampak MBG di Karo

Data yang disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo sekaligus anggota DPRD Karo, Peri Edisonta Milala, mencatat terdapat 495 siswa dari lima sekolah yang terdampak.

Rinciannya adalah 28 siswa SD Yayasan Bersama, 43 siswa SMP Yayasan Bersama, 54 siswa SMA Yayasan Bersama, 325 siswa SMA Negeri 1 Berastagi, serta 45 siswa SMK Negeri Merdeka Berastagi.

Jumlah tersebut menjadi dasar pendataan untuk penyaluran tali asih kepada siswa.

Pemberian bantuan dilakukan melalui tabungan bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Besaran Bantuan Disesuaikan Kondisi Siswa

Nilai tali asih tidak diberikan dalam jumlah yang sama kepada seluruh siswa.

Siswa dengan kondisi berat yang menjalani perawatan hingga harus dirujuk memperoleh tabungan sebesar Rp2,5 juta per orang.

Siswa yang menjalani rawat inap memperoleh Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan mendapatkan Rp300 ribu per orang.

Jadi, min, perlu hati-hati dengan judul sumber yang seolah menyebut seluruh 495 siswa mendapat Rp2,5 juta per orang. Berdasarkan keterangan yang lebih lengkap, nominal Rp2,5 juta hanya diberikan kepada siswa dengan kondisi berat hingga dirujuk, sementara kategori lainnya mendapatkan nominal berbeda.

396 Rekening Sudah Tercetak

Dalam proses penyalurannya, sebanyak 396 rekening bantuan telah selesai dicetak melalui BRI.

Sementara itu, 99 rekening lainnya masih dalam proses penyelesaian karena terdapat persoalan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang perlu diperbaiki.

Koordinasi masih dilakukan agar kendala tersebut dapat segera diselesaikan sehingga seluruh siswa yang telah masuk dalam pendataan bisa memperoleh bantuan.

Penggunaan rekening tabungan dipilih agar bantuan dapat disimpan sekaligus dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing siswa dan keluarganya.

Rapidin Beri Dukungan Moral kepada Siswa

Rapidin menekankan bahwa nilai uang bukan satu-satunya tujuan pemberian tali asih.

Menurutnya, kehadiran langsung di tengah keluarga terdampak merupakan bentuk dukungan moral agar anak-anak mengetahui bahwa ada banyak pihak yang memperhatikan kondisi mereka.

Ia berharap para siswa dapat segera pulih dan pengalaman yang dialami tidak berkembang menjadi trauma.

Rapidin juga mengatakan perkembangan kondisi siswa Karo telah disampaikan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut keterangannya, Megawati menanyakan perkembangan kondisi anak-anak tersebut dan meminta kader hadir mendampingi masyarakat ketika menghadapi situasi sulit.

Kondisi Siswa Masih Dipantau

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Soetarto mengatakan perhatian terhadap siswa tidak berhenti setelah penyaluran bantuan.

Pihaknya menyebut kondisi anak-anak masih terus dipantau, termasuk dengan mengunjungi siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pendampingan menjadi penting mengingat kejadian tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemulihan kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis siswa dan kekhawatiran orang tua.

Karena itu, dukungan kepada keluarga terdampak diharapkan berjalan beriringan dengan penanganan kesehatan oleh tenaga medis.

DPRD Karo Bawa Aspirasi Orang Tua ke BGN

Persoalan MBG di Karo sebelumnya juga telah dibawa ke tingkat pusat.

DPRD Kabupaten Karo menemui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas penanganan siswa terdampak. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat dengar pendapat dengan orang tua siswa yang menyampaikan keluhan dan tuntutan mengenai penanganan anak-anak mereka.

Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan mengatakan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut dan menyampaikan aspirasi masyarakat melalui jalur yang tersedia.

Ia juga menekankan dukungan terhadap program MBG tetap ada, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki agar aspek keamanan dan kesehatan anak mendapat perhatian utama.

Keamanan Pangan MBG Harus Jadi Prioritas

Kejadian di Karo menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program makanan bagi anak sekolah membutuhkan pengawasan ketat pada seluruh rantai penyediaannya.

Mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga makanan diterima siswa harus memenuhi standar keamanan pangan.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, evaluasi terhadap kejadian dugaan keracunan juga penting untuk menemukan faktor penyebab dan mencegah kejadian serupa.

Karena itu, penyebutan penyebab secara pasti sebaiknya tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan keterangan otoritas kesehatan, bukan berdasarkan dugaan semata.

Bantuan Bukan Akhir Penanganan

Pemberian tali asih kepada 495 siswa terdampak MBG di Karo menjadi salah satu bentuk dukungan kepada anak dan keluarga selama proses pemulihan.

Namun, perhatian berikutnya tetap tertuju pada pemulihan kesehatan siswa, penyelesaian bantuan bagi penerima yang masih terkendala administrasi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Pengawasan juga diperlukan agar makanan yang diberikan kepada anak sekolah memenuhi standar keamanan dan kualitas.

Dengan langkah tersebut, program pemenuhan gizi dapat tetap berjalan sekaligus memastikan keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.