TEBING TINGGI — Upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja terus diperkuat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sergai berkolaborasi dengan BNN Kabupaten Sergai melalui Pelatihan Teknis Pendidik Sebaya Antinarkotika.
Kegiatan berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, di Pondok Bali Lestari, Jalan Deblod Sundoro No. 14, Tebing Tinggi. Pelatihan melibatkan pelajar dari lima SMP dan MTs di Kecamatan Tebing Syahbandar.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar tidak hanya memperoleh edukasi mengenai pencegahan narkoba. Mereka juga dibekali kemampuan komunikasi agar mampu menyampaikan pesan positif kepada teman sebaya.
Kominfo Sergai dan BNN Perkuat Edukasi Antinarkotika
Dinas Kominfo Sergai menghadirkan Pranata Humas Nurlenti Purba, S.Sos., M.I.Kom. sebagai salah satu narasumber.
Dalam pelatihan tersebut, Nurlenti menyampaikan materi bertajuk “Suaramu Menginspirasi”. Materi berfokus pada strategi dan teknik dasar public speaking.
Kemampuan berbicara di depan publik dinilai penting bagi pendidik sebaya. Sebab, pelajar nantinya diharapkan mampu menyampaikan pesan pencegahan narkoba secara efektif dan persuasif.
Mereka juga didorong untuk membangun rasa percaya diri ketika menyampaikan gagasan positif di lingkungan sekolah.
Pendidik Sebaya Punya Peran Strategis
Pendekatan melalui teman sebaya menjadi salah satu cara untuk memperluas pesan pencegahan narkoba di kalangan remaja.
Menurut Nurlenti, pendidik sebaya memiliki posisi strategis sebagai duta di lingkungannya.
“Pendidik sebaya adalah duta yang memegang peran strategis.”
Melalui pembekalan public speaking, para siswa diharapkan lebih percaya diri. Selanjutnya, mereka dapat menggunakan kemampuan tersebut untuk mengajak lingkungan sekitar menjauhi narkoba.
Pendekatan tersebut membuat pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi. Mereka juga dapat berperan sebagai penyampai pesan pencegahan kepada teman-temannya.
Public Speaking Jadi Bekal Pelajar
Komunikasi menjadi bagian penting dalam edukasi pencegahan narkoba.
Pesan yang benar belum tentu memberikan dampak apabila disampaikan dengan cara yang sulit dipahami. Karena itu, kemampuan menyusun dan menyampaikan pesan menjadi bagian penting dalam pelatihan.
Materi yang diberikan membantu siswa memahami dasar komunikasi publik. Mereka diarahkan agar mampu menyampaikan pesan secara percaya diri, efektif, dan persuasif.
Kemampuan tersebut juga dapat dimanfaatkan di luar program antinarkotika. Pelajar dapat menggunakannya dalam kegiatan organisasi, pendidikan, dan aktivitas positif lainnya.
Kominfo Sergai Apresiasi Kolaborasi dengan BNN
Kepala Dinas Kominfo Sergai Nurchinta Depi Tambunan, S.Si. memberikan apresiasi terhadap keterlibatan jajarannya dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi dengan BNN menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan kepada generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Komunikasi publik juga memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan.
Pesan antinarkoba tidak cukup hanya disebarkan. Pesan tersebut perlu disampaikan dengan pendekatan yang mampu membangun kesadaran remaja.
Karena itu, sinergi antara BNN dan Kominfo memberikan pendekatan yang saling melengkapi. BNN menjalankan fungsi pencegahan narkotika, sedangkan Kominfo memberikan penguatan pada aspek komunikasi publik.
Pelajar Didorong Menjadi Agen Perubahan
Dinas Kominfo Sergai merupakan mitra pelaksana program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap pelajar yang telah mendapatkan pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya.
Mereka diharapkan aktif menyuarakan gaya hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Peran tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Misalnya, melalui komunikasi antarteman, kegiatan sekolah, organisasi siswa, maupun aktivitas edukasi lainnya.
Dengan begitu, pesan pencegahan dapat menyebar melalui komunikasi yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.
Pencegahan Narkoba Butuh Kolaborasi
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Sergai dalam memperkuat pencegahan narkoba.
Pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional pada 16 Juli 2026, Pemkab Sergai juga menegaskan bahwa persoalan narkoba membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, BNN, aparat penegak hukum, masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan memiliki peran masing-masing.
Pendekatan pencegahan juga perlu berjalan bersama edukasi.
Remaja perlu mendapatkan informasi yang tepat mengenai risiko penyalahgunaan narkotika. Pada saat yang sama, mereka membutuhkan lingkungan yang mendukung aktivitas positif.
Kehadiran pendidik sebaya antinarkotika di Sergai menjadi salah satu upaya memperluas edukasi tersebut hingga ke lingkungan pelajar.
Komunikasi Positif untuk Generasi Muda Sergai
Kolaborasi Kominfo Sergai dan BNN menunjukkan bahwa komunikasi dapat menjadi instrumen penting dalam pencegahan narkoba.
Pelajar dibekali kemampuan untuk berbicara, menyampaikan gagasan, dan mengajak teman sebaya melakukan aktivitas positif.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Kemampuan yang telah diperoleh dapat diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial masing-masing.
Dengan semakin banyak pelajar yang berani menyampaikan pesan positif, edukasi antinarkotika dapat menjangkau remaja melalui pendekatan yang lebih dekat dan mudah diterima.
