Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Bobby Nasution Percepat Puskesmas Rawat Inap di Wilayah Terpencil Sumut, Akses Kesehatan Jadi Prioritas

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mempercepat program Puskesmas rawat inap di daerah terpencil Sumut. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan, terutama warga yang tinggal jauh dari rumah sakit.

Program itu mendapat perhatian setelah peristiwa seorang ibu hamil di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Menurut Pemprov Sumut, ibu tersebut harus ditandu sejauh sekitar 30 kilometer selama enam jam. Kondisi jalan yang rusak dan jauhnya fasilitas kesehatan menjadi kendala dalam perjalanan.

Puskesmas Rawat Inap di Daerah Terpencil Dipercepat

Bobby mengatakan persoalan pelayanan kesehatan di daerah terpencil perlu menjadi perhatian bersama pemerintah daerah.

Karena itu, Pemprov Sumut mendorong peningkatan status puskesmas menjadi fasilitas rawat inap. Program tersebut terutama menyasar puskesmas yang berada lebih dari 30 kilometer dari rumah sakit.

Dengan layanan rawat inap yang lebih dekat, masyarakat diharapkan tidak selalu harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan kesehatan tertentu.

Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan dasar di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Program yang Semula 2027 Dimajukan ke 2026

Program peningkatan Puskesmas rawat inap di daerah terpencil Sumut sebelumnya direncanakan mulai berjalan pada 2027. Namun, Pemprov Sumut kemudian mempercepat pelaksanaannya menjadi tahun 2026.

Menurut Bobby, percepatan dapat dilakukan karena terdapat dukungan bantuan dari pemerintah pusat.

Meski demikian, tidak semua puskesmas dapat langsung berubah menjadi fasilitas rawat inap. Standar fasilitas dan pelayanan tetap harus dipenuhi.

Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten dan kota diminta melakukan pengecekan terhadap kondisi puskesmas di wilayah masing-masing.

Pemprov Sumut Siapkan Dukungan Anggaran

Pemprov Sumut menyatakan siap memberikan dukungan anggaran apabila puskesmas telah memenuhi standar yang ditentukan.

Namun, realisasi dukungan tersebut tetap membutuhkan pengajuan dari pemerintah kabupaten atau kota sesuai kebutuhan daerahnya.

Langkah tersebut membuat pemerintah daerah memiliki peran penting. Mereka perlu memetakan puskesmas yang membutuhkan peningkatan fasilitas sekaligus memastikan kesiapan pelayanan.

Selanjutnya, Pemprov Sumut dapat memberikan dukungan berdasarkan kebutuhan yang diajukan.

Akses Jalan Juga Menjadi Perhatian

Persoalan kesehatan di daerah terpencil tidak hanya berkaitan dengan keberadaan puskesmas. Menurut Bobby, akses infrastruktur menuju fasilitas kesehatan juga menjadi masalah yang perlu diselesaikan.

Karena itu, Pemprov Sumut turut mendorong percepatan perbaikan jalan menuju wilayah terpencil. Tujuannya agar perjalanan masyarakat menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat.

Upaya tersebut penting karena fasilitas kesehatan yang tersedia tetap membutuhkan akses transportasi yang memadai.

Dengan demikian, penguatan Puskesmas rawat inap di daerah terpencil Sumut berjalan bersama upaya memperbaiki akses menuju pelayanan kesehatan.

Pelayanan Kesehatan Semakin Dekat dengan Warga

Program ini diharapkan dapat memperpendek jarak pelayanan bagi masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Utara.

Penguatan puskesmas juga terus berlanjut. Pada Juli 2026, misalnya, Bobby meninjau rencana peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe di Nias Barat. Pengembangan yang dibahas mencakup penambahan kamar, layanan rawat inap, hingga kebutuhan tenaga kesehatan.

Melalui peningkatan fasilitas, dukungan tenaga kesehatan, serta perbaikan akses jalan, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan memperoleh pelayanan lebih dekat. Pada akhirnya, jarak yang jauh dari rumah sakit tidak lagi menjadi hambatan besar untuk mendapatkan pertolongan kesehatan.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.