Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

DPC FKDT Binjai 2025–2030 Resmi Dilantik, Pemko Perkuat Dukungan Pendidikan Keagamaan

BINJAI — Pengurus DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Binjai periode 2025–2030 resmi dilantik. Pemerintah Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan FKDT dalam memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Pelantikan berlangsung di Teras 88, Jalan Tengku Amir Hamzah, Kamis (20/11/2025). Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemko Binjai, dr. Heri Hendri, hadir mewakili Wali Kota Binjai.

Kegiatan tersebut menjadi awal masa pengabdian pengurus DPC FKDT Kota Binjai periode 2025–2030.

Pemko Binjai berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, pemerintah ingin FKDT terus berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan diniyah di Kota Binjai.

DPC FKDT Binjai 2025–2030 Resmi Dilantik

Pelantikan menjadi momentum penting bagi keberlanjutan organisasi FKDT di Kota Binjai.

Heri Hendri menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah organisasi dapat menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

“Mewakili Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Binjai, saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini menjadi ladang ibadah dan pengabdian yang penuh keberkahan,” kata Heri.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan tanggung jawab pengurus setelah pelantikan.

Sebab, FKDT tidak hanya berperan sebagai organisasi yang menghubungkan lembaga pendidikan diniyah. Organisasi ini juga mempunyai ruang strategis dalam mendukung pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Pemko Binjai Soroti Pentingnya Pendidikan Keagamaan

Dalam sambutannya, Heri Hendri menekankan peran pendidikan keagamaan bagi generasi muda.

Madrasah diniyah menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk mengenal dan mempelajari Al-Qur’an. Selain itu, pendidikan diniyah mengajarkan adab, akhlak, serta nilai Islam.

Menurut Pemko Binjai, nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Karena itu, keberadaan madrasah diniyah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar agama.

Lembaga tersebut juga berkontribusi dalam pendidikan karakter.

Anak-anak mendapatkan pengetahuan agama sekaligus pembinaan nilai dalam kehidupan sehari-hari.

FKDT Punya Peran Penting bagi Madrasah Diniyah

Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah memiliki hubungan erat dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT.

FKDT menjadi salah satu wadah komunikasi bagi pengelola pendidikan diniyah.

Melalui forum tersebut, berbagai kebutuhan, tantangan, dan pengembangan pendidikan diniyah dapat dikoordinasikan bersama.

Pemko Binjai menilai keberadaan FKDT penting untuk menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

Peran tersebut semakin penting ketika perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru.

Teknologi digital, perubahan pola komunikasi, serta perkembangan lingkungan sosial membuat pendidikan karakter perlu terus diperkuat.

Oleh sebab itu, pendidikan diniyah tetap mempunyai ruang penting dalam mendampingi pendidikan formal.

Pemko Binjai Siap Perkuat Sinergi dengan FKDT

Pemko Binjai juga menyatakan komitmen untuk terus membangun kerja sama dengan organisasi keagamaan.

FKDT termasuk organisasi yang diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam pembinaan generasi muda.

Heri Hendri mengajak seluruh pihak meningkatkan koordinasi untuk membentuk generasi yang religius, beradab, serta bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Sinergi tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam pelantikan.

Pemerintah daerah memiliki kebijakan dan program. Sementara itu, FKDT mempunyai jaringan yang bersentuhan langsung dengan lembaga pendidikan diniyah dan masyarakat.

Kolaborasi keduanya dapat memperkuat pelaksanaan pendidikan keagamaan di tingkat lokal.

Pendidikan Diniyah Ikut Membentuk Karakter Generasi Muda

Pendidikan diniyah mempunyai karakter yang berbeda dengan pendidikan formal.

Pembelajaran agama menjadi bagian utama dalam proses pendidikan.

Santri tidak hanya belajar membaca dan memahami Al-Qur’an. Mereka juga mendapatkan pembelajaran mengenai adab, akhlak, serta praktik kehidupan beragama.

Hal inilah yang mendapat perhatian Pemko Binjai dalam pelantikan DPC FKDT.

Pemerintah berharap pendidikan diniyah terus mengambil bagian dalam membentuk karakter generasi muda.

Selain pengetahuan akademik, generasi muda membutuhkan fondasi moral.

Karena itu, pendidikan formal dan pendidikan keagamaan dapat saling melengkapi.

FKDT Diharapkan Perkuat Koordinasi

Kepengurusan baru memiliki masa kerja hingga 2030.

Periode tersebut memberikan ruang bagi DPC FKDT Binjai untuk menyusun program yang berkelanjutan.

Koordinasi menjadi salah satu aspek penting.

FKDT dapat menjadi penghubung antara madrasah diniyah, guru, masyarakat, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah.

Selain itu, organisasi dapat menjadi ruang pertukaran informasi antarpendidik diniyah.

Dengan demikian, persoalan yang muncul di tingkat lembaga dapat dibahas bersama.

Pendekatan tersebut juga dapat membantu madrasah diniyah beradaptasi terhadap perkembangan pendidikan.

Pemerintah Sebelumnya Beri Perhatian kepada Guru FKDT

Dukungan Pemko Binjai terhadap lingkungan pendidikan keagamaan juga terlihat dalam kebijakan sebelumnya.

Pada September 2024, Pemko Binjai menyalurkan bantuan operasional kepada berbagai kelompok masyarakat yang menjalankan pelayanan keagamaan dan sosial.

Saat itu, 404 guru FKDT termasuk dalam penerima bantuan. Masing-masing menerima bantuan operasional sebesar Rp2 juta.

Wali Kota Binjai saat itu, Amir Hamzah, menyebut bantuan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap pihak-pihak yang membantu pemerintah melayani masyarakat.

Bantuan tersebut juga mencakup guru tahfiz, guru sekolah minggu, guru agama Buddha, bilal mayit, penggali kubur, dan petugas kebersihan masjid atau musala.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan dan pelayanan keagamaan sudah berlangsung sebelum pelantikan kepengurusan FKDT periode terbaru.

Binjai Pernah Jadi Tuan Rumah Porsadin Sumut

Kota Binjai juga mempunyai catatan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan diniyah.

Pada 2024, kota ini menjadi lokasi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VI tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Pemko Binjai ketika itu berharap Porsadin menjadi ruang bagi santri diniyah untuk menunjukkan kemampuan tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga bidang seni dan olahraga.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan pengurus DPW FKDT Sumatera Utara periode 2024–2029.

Khalid Daulay ditetapkan sebagai ketua, Nurmayani sebagai sekretaris, dan Amrullah Ritonga sebagai bendahara.

Catatan ini memperlihatkan keterlibatan Kota Binjai dalam kegiatan pendidikan diniyah pada tingkat daerah maupun provinsi.

Sejumlah Tokoh Hadiri Pelantikan DPC FKDT Binjai

Pelantikan pengurus DPC FKDT Kota Binjai juga dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan organisasi.

Ketua DPRD Kota Binjai Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti hadir dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, hadir Ketua FKDT Sumatera Utara Khalid Daulay, Ketua FKDT Kota Binjai H. Sudiono, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Binjai Dr. H. Mustapid.

Kabag Kesra Setdako Binjai Ariandi Ayun dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Binjai Putri Syawal Sembiring juga menghadiri acara.

Kemudian, kegiatan turut dihadiri Sekretaris DPC FKDT Kota Binjai Hj. Nurdianah, perwakilan MUI, perwakilan kecamatan, tokoh agama, alim ulama, perwakilan kepolisian, dan undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan diniyah melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Kepengurusan Baru Punya Tantangan Pendidikan yang Dinamis

DPC FKDT Binjai periode 2025–2030 menghadapi lingkungan pendidikan yang terus berubah.

Perkembangan teknologi menjadi salah satu tantangan.

Anak-anak kini semakin mudah memperoleh informasi melalui internet dan media sosial. Kondisi tersebut memberikan manfaat, tetapi juga membutuhkan pendampingan.

Di sisi lain, pendidik diniyah perlu menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap relevan.

Penguatan kompetensi guru, administrasi lembaga, metode pembelajaran, serta komunikasi dengan orang tua dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan diniyah.

Namun, program konkret kepengurusan DPC FKDT Binjai periode 2025–2030 perlu merujuk pada keputusan resmi organisasi. Sumber pelantikan yang tersedia belum memerinci keseluruhan agenda kerja kepengurusan baru.

Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Keagamaan

Pelantikan bukan akhir dari proses organisasi.

Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi awal bagi pengurus untuk menjalankan program selama lima tahun.

Pemko Binjai telah menyampaikan komitmennya untuk bersinergi dengan FKDT.

Selanjutnya, komunikasi antara pemerintah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi faktor penting.

Setiap unsur mempunyai peran berbeda.

Pemerintah dapat memberikan dukungan sesuai kewenangannya. FKDT dapat memperkuat koordinasi antar-lembaga. Sementara itu, guru berada di garis depan dalam mendampingi santri.

Jika koordinasi berjalan baik, pendidikan diniyah dapat berkembang tanpa kehilangan identitas utamanya.

DPC FKDT Binjai Diharapkan Perkuat Pendidikan Karakter

Pelantikan DPC FKDT Kota Binjai periode 2025–2030 membawa harapan baru bagi pendidikan diniyah di daerah tersebut.

Pemko Binjai secara khusus menyoroti peran madrasah diniyah dalam mengenalkan Al-Qur’an, adab, akhlak, dan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.

Karena itu, kepengurusan baru memiliki ruang besar untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi.

FKDT dapat menjembatani kebutuhan lembaga pendidikan diniyah dengan berbagai pemangku kepentingan.

Pada saat yang sama, pemerintah daerah menyatakan akan terus membangun sinergi dengan organisasi keagamaan.

Komitmen tersebut menjadi modal bagi DPC FKDT Binjai 2025–2030 untuk menjalankan pengabdian selama lima tahun mendatang.

Tujuan akhirnya tetap sama: menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan sekaligus membantu membentuk generasi muda yang berilmu, beradab, dan berkarakter.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.