Gizi & stunting menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan kesehatan di Sumatera Utara. Pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat berbagai program untuk mempercepat penurunan stunting. Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting di Sumut tercatat 22 persen, masih lebih tinggi dibandingkan angka nasional 19,8 persen. Pemerintah daerah menargetkan prevalensi tersebut turun menjadi 18,5 persen pada 2026.
Gizi & Stunting Menjadi Prioritas Sumatera Utara
Masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak. Kondisi tersebut dapat berhubungan dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan apabila tidak dicegah dan ditangani dengan baik.
Karena itu, upaya gizi & stunting membutuhkan pendekatan yang dilakukan sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan, kelahiran, hingga periode pertumbuhan anak.
Dinas Kesehatan Sumatera Utara bersama berbagai pihak terus memperkuat intervensi spesifik dan sensitif. Upaya tersebut mencakup pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan, pemantauan pertumbuhan balita, pemberian makanan tambahan, perbaikan sanitasi, serta edukasi gizi keluarga.
Mengapa 1.000 Hari Pertama Kehidupan Penting?
Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa penting bagi pertumbuhan anak. Periode ini dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia sekitar dua tahun.
Pada masa tersebut, kebutuhan gizi ibu dan anak perlu diperhatikan secara serius. Kekurangan asupan gizi, infeksi berulang, pola pengasuhan yang kurang tepat, serta lingkungan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko masalah pertumbuhan.
Oleh sebab itu, pencegahan stunting sebaiknya tidak menunggu sampai anak mengalami gangguan pertumbuhan.
Gizi Ibu Hamil Perlu Menjadi Perhatian
Pencegahan gizi & stunting dimulai dari kesehatan ibu. Ibu hamil membutuhkan asupan makanan yang beragam dan bergizi untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin.
Pemeriksaan kehamilan juga penting untuk memantau kondisi ibu dan janin. Di Sumatera Utara, pemerintah terus mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan antenatal care atau ANC.
Data 2026 menunjukkan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) telah mencapai 87 persen hingga Juni 2026.
Ibu hamil juga sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan terkait konsumsi tablet tambah darah dan pemeriksaan kehamilan.
ASI Eksklusif untuk Awal Kehidupan Anak
Setelah bayi lahir, pemberian ASI menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi.
ASI eksklusif selama enam bulan direkomendasikan sebagai salah satu upaya mendukung pertumbuhan bayi. Setelah usia enam bulan, kebutuhan nutrisi anak perlu dilanjutkan melalui makanan pendamping ASI yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Di Sumatera Utara, cakupan ASI eksklusif untuk bayi di bawah enam bulan pada 2026 dilaporkan mencapai 83,3 persen, melampaui target nasional 76 persen.
MPASI Bergizi untuk Pertumbuhan Anak
Memasuki usia enam bulan, anak membutuhkan makanan pendamping ASI dengan kandungan gizi yang cukup.
MPASI sebaiknya diberikan secara bertahap dengan memperhatikan variasi makanan dan kebutuhan anak. Sumber protein hewani juga penting sebagai bagian dari pola makan bergizi.
Orang tua dapat memberikan makanan yang mudah ditemukan dan sesuai dengan kondisi keluarga, selama tetap memperhatikan keamanan makanan, kebersihan, tekstur, porsi, dan kebutuhan gizi anak.
Jika anak mengalami kesulitan makan atau masalah pertumbuhan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan di Puskesmas atau Posyandu.
Pantau Pertumbuhan Anak Secara Rutin
Salah satu langkah penting dalam pencegahan stunting adalah melakukan pemantauan pertumbuhan secara berkala.
Orang tua dapat membawa anak ke Posyandu atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemantauan berat badan, tinggi atau panjang badan, serta perkembangan anak.
Pada 2026, pemantauan pertumbuhan telah menjangkau sekitar 696.183 balita atau 90 persen dari total balita di Sumatera Utara.
Pemantauan rutin membantu tenaga kesehatan dan orang tua mengetahui apabila terdapat perubahan pertumbuhan yang perlu segera ditindaklanjuti.
Sanitasi dan Air Bersih Juga Berpengaruh
Masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan. Kondisi lingkungan juga mempunyai peran penting.
Sanitasi yang buruk dan akses air yang tidak layak dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi. Apabila anak sering mengalami infeksi, kondisi tersebut dapat mengganggu kesehatan dan penyerapan nutrisi.
Karena itu, Sumatera Utara juga memperkuat program sanitasi sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Pemerintah daerah melaporkan masih terdapat tantangan berupa jamban dan sumber air yang belum layak di sejumlah wilayah.
Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan makanan, dan memastikan sanitasi rumah menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga.
Peran Puskesmas dan Posyandu dalam Pencegahan Stunting
Puskesmas dan Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan gizi kepada masyarakat.
Melalui Posyandu, keluarga dapat memperoleh layanan pemantauan pertumbuhan dan edukasi kesehatan. Sementara itu, Puskesmas dapat membantu melakukan pemeriksaan, memberikan konseling, serta menindaklanjuti anak atau ibu yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut.
Penguatan layanan berbasis masyarakat juga menjadi bagian dari strategi Sumatera Utara. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, kader, keluarga, dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat.
Langkah Sederhana Cegah Stunting di Rumah
Keluarga dapat mengambil peran langsung dalam mencegah stunting melalui kebiasaan sehari-hari.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Penuhi gizi ibu sejak sebelum dan selama kehamilan.
- Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
- Pastikan ibu hamil mengikuti anjuran konsumsi tablet tambah darah.
- Berikan ASI eksklusif selama enam bulan.
- Berikan MPASI bergizi setelah anak berusia enam bulan.
- Utamakan makanan beragam dan sumber protein.
- Pantau berat dan tinggi badan anak secara rutin.
- Lengkapi imunisasi sesuai jadwal.
- Jaga kebersihan makanan, air, dan lingkungan.
- Segera konsultasikan jika pertumbuhan anak mengalami masalah.
Langkah tersebut akan lebih efektif apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh anggota keluarga.
Cegah Stunting dengan Kolaborasi Bersama
Masalah gizi & stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah, Puskesmas, Posyandu, tenaga kesehatan, kader, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan keluarga perlu bekerja bersama.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada Agustus 2026 kembali menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan intervensi spesifik dan sensitif yang dilakukan secara terpadu.
Dengan kolaborasi tersebut, program kesehatan dapat lebih tepat sasaran dan menjangkau keluarga yang membutuhkan.
Gizi & Stunting untuk Generasi Sumatera Utara yang Lebih Sehat
Gizi & stunting merupakan isu yang harus diperhatikan sejak awal kehidupan. Pemenuhan nutrisi ibu, ASI eksklusif, MPASI bergizi, pemantauan pertumbuhan, imunisasi, sanitasi, serta pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat.
Bagi keluarga di Sumatera Utara, Puskesmas dan Posyandu dapat menjadi tempat untuk mendapatkan informasi serta pelayanan kesehatan yang sesuai kebutuhan.
Melalui puskesmas-sumut.org, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai gizi, stunting, kesehatan ibu dan anak, pencegahan penyakit, layanan Puskesmas, serta berbagai edukasi kesehatan lainnya.
Cegah sejak dini, penuhi gizi dengan baik, pantau tumbuh kembang anak, dan bersama-sama wujudkan Sumatera Utara yang lebih sehat.
