MEDAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan meningkatkan kewaspadaan menyusul bertambahnya temuan Influenza A di Medan pada September 2026. Pemerintah kota meminta fasilitas pelayanan kesehatan memperkuat kesiapsiagaan untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut di tengah masyarakat.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Dinkes Kota Medan mencatat 18 kasus influenza, terdiri atas 15 kasus Influenza A dan tiga kasus Influenza B. Peningkatan kasus Influenza A pada September menjadi perhatian pemerintah karena virus tersebut dapat menular antarmanusia dan menyerang sistem pernapasan.
Influenza A di Medan Meningkat pada September
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Surya Syahputra Pulungan, M.Kes mengatakan peningkatan kasus pada September perlu diantisipasi.
Menurut Surya, Influenza A disebabkan virus yang dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain. Karena itu, penguatan pencegahan dan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dari respons Pemko Medan.
Data tersebut juga perlu dipahami secara tepat. Angka 15 kasus bukan jumlah kasus yang terjadi hanya pada September, melainkan jumlah kumulatif Influenza A yang tercatat sepanjang Januari hingga September 2026. Dinkes menyatakan tren peningkatannya terlihat pada September.
Puskesmas dan Rumah Sakit Diminta Siaga
Menindaklanjuti arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Dinkes memperkuat langkah antisipasi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes telah menerbitkan surat pemberitahuan kesiapsiagaan Influenza A kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit se-Kota Medan.
Fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasien yang datang dengan gejala mengarah pada influenza.
Langkah tersebut memungkinkan kasus yang dicurigai dapat diperiksa dan ditindaklanjuti lebih cepat sesuai prosedur medis.
Skrining Pasien Diperkuat
Dinkes juga meminta fasilitas kesehatan memperhatikan pasien dengan gejala yang sesuai dengan influenza.
Dalam pemberitaan mengenai instruksi kesiapsiagaan tersebut, skrining diperkuat terhadap pasien dengan demam sekitar 38 derajat Celsius atau lebih yang disertai batuk, terutama apabila gejalanya baru muncul.
Namun, demam dan batuk tidak otomatis berarti seseorang terkena Influenza A.
Diagnosis tetap memerlukan penilaian tenaga kesehatan dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang. Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan menentukan sendiri jenis influenza hanya berdasarkan gejala.
Influenza A Mudah Menular
Salah satu alasan Dinkes meningkatkan kewaspadaan adalah karakteristik penularan virus influenza.
Influenza A dapat menyebar antarmanusia dan menyerang sistem pernapasan. Kondisi tersebut membuat pencegahan penularan menjadi penting, terutama ketika kasus mulai menunjukkan peningkatan.
Dokter spesialis paru di Medan, dr. Eva Susanti D. Hutabarat, M.Ked(Paru), Sp.P., AIFO-K, juga menjelaskan bahwa Influenza A bukan penyakit baru.
Virus influenza memiliki berbagai subtipe dan kasusnya dapat meningkat pada periode tertentu, termasuk saat terjadi perubahan musim.
Lansia dan Warga dengan Komorbid Perlu Lebih Waspada
Dinkes Medan meminta kelompok berisiko meningkatkan kewaspadaan.
Kelompok yang mendapat perhatian antara lain lansia, masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, serta pelaku perjalanan luar negeri.
Kelompok tersebut disarankan lebih disiplin menjaga kondisi kesehatan dan memperhatikan gejala yang muncul.
Jika kondisi kesehatan memburuk atau keluhan tidak kunjung membaik, masyarakat dapat mendatangi puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk memperoleh pemeriksaan.
Masyarakat Diminta Terapkan PHBS
Selain meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan, pencegahan di tingkat masyarakat juga menjadi perhatian.
Dinkes mengingatkan warga untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Masyarakat yang sedang mengalami gejala influenza dianjurkan menggunakan masker untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
Istirahat yang cukup dan menjaga kondisi tubuh juga penting.
Dokter Eva Susanti mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, beristirahat cukup, dan memakai masker ketika sedang sakit.
Tidak Perlu Panik, tetapi Tetap Waspada
Temuan 15 kasus Influenza A di Medan tidak berarti seluruh keluhan flu yang sedang dialami masyarakat merupakan Influenza A.
Data Dinkes merupakan kasus yang tercatat dalam sistem pelayanan kesehatan sepanjang Januari–September 2026. Pemerintah saat ini mengambil langkah antisipasi dengan meningkatkan kesiapan puskesmas dan rumah sakit.
Masyarakat juga tidak perlu melakukan pengobatan secara berlebihan tanpa pemeriksaan.
Keluhan seperti demam, batuk, pilek atau gangguan pernapasan memiliki banyak kemungkinan penyebab. Penilaian tenaga kesehatan diperlukan untuk menentukan diagnosis serta pengobatan yang sesuai.
Dinkes Medan Perkuat Pencegahan
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan menjadi salah satu strategi Pemko Medan untuk mengendalikan penyebaran influenza.
Puskesmas dan rumah sakit telah diminta meningkatkan pemantauan dan skrining. Pada saat yang sama, masyarakat didorong menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.
Peningkatan kasus pada September menjadi pengingat bahwa penyakit saluran pernapasan tetap perlu diperhatikan.
Dengan deteksi dini, kesiapan fasilitas kesehatan, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat, risiko penyebaran Influenza A di Medan diharapkan dapat ditekan.
