Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Siswa SMAN 2 Binjai Diduga Alami Kekerasan di Sekolah, Keluarga Ungkap Kronologi hingga Korban Dirawat

BINJAI – Dugaan kekerasan terhadap seorang siswa SMAN 2 Binjai kini dalam penanganan kepolisian. Keluarga korban mengungkap rangkaian kejadian sebelum sang anak akhirnya mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa yang dilaporkan diduga terjadi pada Rabu, 16 September 2026 sekitar pukul 16.15 WIB di lingkungan SMAN 2 Binjai, Jalan Padang, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan.

Dalam laporan polisi, sejumlah pihak disebut sebagai terlapor, termasuk seorang guru dan siswa. Namun, tuduhan tersebut belum terbukti secara hukum. Guru yang dituding telah membantah keterlibatannya dan menyatakan tidak berada di sekolah pada hari yang disebut sebagai waktu kejadian.

Kondisi Siswa Disebut Berubah Sepulang Sekolah

Ayah korban, Aidil Syahputra, menceritakan bahwa perubahan kondisi anaknya mulai terlihat setelah pulang sekolah pada Rabu, 16 September 2026.

Menurut Aidil, anaknya pulang dalam keadaan berbeda dari biasanya. Ketika ditanya mengenai apa yang terjadi, korban disebut memilih diam dan hanya mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.

Menjelang malam, korban kemudian mengalami demam. Kondisi tersebut membuatnya tidak mengikuti kegiatan sekolah pada Kamis, 17 September.

Korban kembali bersekolah pada Jumat, 18 September 2026. Namun, keluarga menyebut kondisi dan perilakunya semakin berubah.

Keluarga Bawa Korban ke Rumah Sakit

Aidil mengatakan anaknya menjadi lebih banyak diam setelah kembali dari sekolah pada Jumat.

Pada Sabtu pagi, keluarga melihat korban tampak ketakutan. Komunikasinya juga disebut mulai tidak seperti biasanya.

Korban mengeluhkan pusing, sakit pada bagian perut, serta terlihat meringis kesakitan. Karena kondisinya memburuk, keluarga kemudian membawanya ke salah satu rumah sakit di Kota Binjai.

Menurut keterangan keluarga kepada media, korban sempat menjalani pemeriksaan medis dan kemudian kembali mendapatkan penanganan setelah kondisinya tidak membaik.

Perlu dicatat, rincian kondisi medis yang disampaikan keluarga belum dengan sendirinya membuktikan penyebabnya. Hubungan antara temuan medis dan dugaan kekerasan masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan serta proses hukum.

Korban Disebut Baru Mengungkap Dugaan Pemukulan

Keluarga mulai mencurigai adanya persoalan lain setelah kondisi korban terus berubah.

Aidil mengatakan keluarga kemudian menanyakan apa yang sebenarnya dialami korban.

Menurut keterangan sang ayah, pada tahap tersebut anaknya akhirnya mengaku telah mengalami pemukulan. Namun, korban disebut belum langsung menjelaskan secara lengkap siapa yang melakukan maupun kapan kejadian berlangsung.

Keluarga selanjutnya membawa korban kembali mendapatkan penanganan medis.

Aidil mengatakan keterangan yang lebih lengkap baru diperoleh ketika kondisi anaknya memburuk dan menjalani perawatan.

Keluarga Sebut Guru dan Siswa

Perkembangan berikutnya muncul dari keterangan keluarga.

Aidil menyatakan berdasarkan pengakuan anaknya, dugaan kekerasan terjadi di lingkungan sekolah dan diduga melibatkan seorang guru serta siswa lain.

“Pengakuan anak saya pelaku oknum guru (guru olahraga) dan murid,” kata Aidil sebagaimana diberitakan pada 29 September 2026.

Keterangan tersebut merupakan klaim keluarga korban dan masih menjadi bagian dari perkara yang diselidiki polisi.

Laporan lain menyebut dokumen laporan polisi mencantumkan sejumlah pihak sebagai terlapor.

Kasus Dilaporkan ke Polres Binjai

Keluarga telah membawa perkara tersebut ke jalur hukum.

Laporan tercatat dengan nomor LP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.

Dalam laporan yang diberitakan media, dugaan kejadian disebut berlangsung pada 16 September 2026 sekitar pukul 16.15 WIB di lingkungan sekolah.

Namun, motif maupun kronologi lengkap belum dipastikan oleh penyidik.

Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Mimpin Ginting, menyatakan proses penyelidikan masih berjalan.

“Kita tunggu saja hasil penyelidikan Satreskrim sesuai dengan prosedur hukum.”

Karena proses tersebut belum selesai, penentuan pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil penyelidikan dan pembuktian.

Guru yang Dituding Membantah

Di sisi lain, guru olahraga yang disebut dalam laporan memberikan bantahan.

Ia mengatakan tidak melakukan penganiayaan. Menurut keterangannya kepada media, dirinya bahkan tidak berada di sekolah pada tanggal yang disebut sebagai waktu kejadian karena sedang sakit.

Guru tersebut juga mengatakan belum menerima surat panggilan kepolisian ketika memberikan keterangan kepada wartawan.

Dengan adanya perbedaan keterangan antara keluarga korban dan pihak yang dituding, penyelidikan kepolisian menjadi penting untuk memastikan kronologi sebenarnya.

Kepala Sekolah Mengaku Baru Mengetahui Kasus

Kepala SMAN 2 Binjai, Juliana br Sitepu, juga telah memberikan keterangan.

Ia mengaku baru mengetahui informasi dugaan kekerasan tersebut setelah kasus mencuat.

Menurut Juliana, korban tidak masuk sekolah pada Kamis, 17 September, tetapi kembali hadir pada Jumat, 18 September. Saat itu pihak sekolah mengaku tidak melihat tanda-tanda yang membuat mereka mengetahui adanya dugaan kekerasan.

Korban kemudian kembali tidak bersekolah sejak 21 September karena sakit. Pihak sekolah juga menerima surat keterangan sakit dari rumah sakit.

Kepala sekolah menyatakan siap berkoordinasi dengan kepolisian apabila keterangannya diperlukan dalam proses penyelidikan.

Kondisi Korban Jadi Prioritas Keluarga

Di tengah proses hukum, keluarga menyatakan saat ini memprioritaskan pemulihan kondisi anak.

Ayah korban menyampaikan bahwa anaknya mengalami tekanan mental dan membutuhkan pemulihan.

Sementara itu, polisi masih perlu memeriksa keterangan korban, saksi, pihak sekolah, pihak yang dilaporkan serta bukti lain untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi.

Kasus ini karena itu belum dapat disimpulkan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh pihak tertentu sampai proses penyelidikan dan pembuktian memberikan kepastian.

Polisi Masih Selidiki Dugaan Kekerasan

Kasus siswa SMAN 2 Binjai diduga dianiaya kini masih bergulir.

Di satu sisi, keluarga menyatakan korban mengaku mengalami kekerasan yang diduga melibatkan guru dan siswa. Di sisi lain, guru yang dituding membantah dan menyatakan dirinya tidak berada di sekolah ketika kejadian disebut berlangsung.

Polres Binjai telah menerima laporan keluarga dan Satreskrim masih melakukan penyelidikan.

Karena itu, hasil penyelidikan kepolisian menjadi dasar penting untuk memastikan kronologi, pihak yang terlibat, serta ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara tersebut.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.