Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Kesehatan Ibu dan Anak Perlu Diperhatikan Sejak Dini

Kesehatan ibu dan anak menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat. Perawatan tidak hanya dilakukan ketika ibu atau anak sedang sakit.

Pemeriksaan rutin juga diperlukan untuk memantau kondisi ibu dan perkembangan anak. Dengan pemantauan yang teratur, berbagai masalah kesehatan dapat dikenali lebih awal.

WHO menekankan pentingnya pelayanan setelah persalinan bagi ibu dan bayi. Perawatan tersebut mencakup dukungan kesehatan, pemantauan kondisi ibu dan bayi, serta dukungan menyusui.

Karena itu, orang tua perlu mengetahui beberapa langkah sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga.

Kesehatan Ibu dan Anak Dimulai dari Imunisasi

Imunisasi merupakan salah satu bagian penting dalam perlindungan kesehatan anak. Vaksin membantu memberikan perlindungan terhadap sejumlah penyakit menular.

Menurut WHO, pada 2025 masih terdapat sekitar 13,5 juta anak di dunia yang belum menerima vaksin sama sekali. Pada tahun yang sama, cakupan tiga dosis vaksin DTP secara global mencapai sekitar 85%.

Orang tua sebaiknya mengikuti jadwal imunisasi sesuai rekomendasi nasional dan arahan tenaga kesehatan.

Jika terdapat imunisasi yang terlewat, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui langkah berikutnya.

Jangan menentukan jadwal imunisasi sendiri. Jadwal dapat berbeda sesuai usia anak, jenis vaksin, kondisi kesehatan, dan program imunisasi yang berlaku.

Kesehatan Ibu dan Anak dan Pentingnya ASI

ASI juga menjadi bagian penting dari kesehatan ibu dan anak.

WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI dalam satu jam pertama setelah kelahiran. Bayi juga dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Setelah usia enam bulan, makanan pendamping yang aman dan bergizi mulai diperkenalkan sambil melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Namun, pengalaman menyusui setiap ibu dapat berbeda.

Ibu yang mengalami kesulitan menyusui dapat meminta bantuan tenaga kesehatan atau konselor menyusui. Dukungan keluarga juga penting agar ibu mendapatkan waktu istirahat dan bantuan selama masa menyusui.

Pantau Tumbuh Kembang Anak Secara Rutin

Selain imunisasi, kesehatan ibu dan anak juga berkaitan dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Orang tua dapat memantau berat badan, panjang atau tinggi badan, serta perkembangan kemampuan anak sesuai usianya.

WHO juga memasukkan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan sebagai bagian dari pemantauan bayi setelah lahir.

Pemantauan rutin membantu orang tua dan tenaga kesehatan melihat perubahan kondisi anak dari waktu ke waktu.

Jika terdapat hasil pengukuran atau perkembangan yang membuat orang tua khawatir, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

MPASI Mulai Usia 6 Bulan

Setelah bayi berusia sekitar enam bulan, kebutuhan energi dan zat gizi mulai meningkat. Pada tahap tersebut, makanan pendamping ASI diperlukan selain tetap memberikan ASI.

MPASI sebaiknya diberikan dengan memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Menggunakan bahan makanan yang aman dan higienis.
  • Menawarkan makanan dengan tekstur sesuai usia.
  • Memberikan makanan yang beragam.
  • Memperhatikan kebutuhan gizi anak.
  • Meningkatkan jumlah dan variasi makanan secara bertahap.
  • Memperhatikan tanda lapar dan kenyang anak.

WHO menjelaskan bahwa pemberian makanan pendamping umumnya dimulai pada usia enam bulan dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan anak.

Ibu Setelah Melahirkan Juga Perlu Dirawat

Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak tidak berhenti setelah bayi lahir.

Ibu membutuhkan pemantauan dan dukungan selama masa setelah persalinan. WHO merekomendasikan pelayanan pascapersalinan yang mencakup kebutuhan fisik dan dukungan bagi ibu serta bayi.

Keluarga dapat membantu dengan cara sederhana.

Misalnya, membantu pekerjaan rumah, menemani ibu melakukan pemeriksaan, mendukung proses menyusui, dan memperhatikan perubahan kondisi ibu.

Jika ibu atau bayi mengalami keluhan yang mengkhawatirkan, segera hubungi tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan.

Kebersihan dan Lingkungan Sehat

Menjaga kebersihan juga menjadi bagian dari kesehatan ibu dan anak.

Biasakan mencuci tangan dengan benar sebelum menyiapkan makanan dan setelah melakukan aktivitas yang berisiko membawa kuman.

Peralatan makan bayi juga perlu dijaga kebersihannya. Makanan harus disimpan dan disiapkan dengan cara yang aman. WHO menekankan pentingnya kebersihan dan keamanan makanan dalam pemberian makanan pendamping.

Lingkungan rumah yang bersih juga membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi ibu dan anak.

Kapan Perlu Berkonsultasi?

Tidak semua kondisi dapat ditangani sendiri di rumah.

Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki kekhawatiran mengenai:

  • Pertumbuhan berat atau tinggi badan anak.
  • Perkembangan kemampuan anak.
  • Jadwal imunisasi.
  • Kesulitan menyusui.
  • Pemberian MPASI.
  • Kondisi ibu setelah melahirkan.
  • Keluhan kesehatan yang menetap atau memburuk.

Untuk kondisi darurat atau tanda bahaya pada ibu maupun bayi, segera cari pertolongan medis.

Kesimpulan

Kesehatan ibu dan anak perlu dijaga secara berkelanjutan. Imunisasi, ASI, MPASI bergizi, pemantauan tumbuh kembang, kebersihan, dan pemeriksaan rutin menjadi bagian penting dalam perawatan keluarga.

Orang tua tidak perlu menunggu anak sakit untuk melakukan pemeriksaan. Pemantauan sejak dini dapat membantu keluarga mendapatkan informasi dan dukungan kesehatan yang sesuai.

Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan kesehatan ibu dan anak sesuai layanan yang tersedia di wilayah masing-masing.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.