Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Peduli Siswa Terdampak MBG, PDI Perjuangan Sumut Salurkan Tali Asih dari Karo hingga Deli Serdang

Deli Serdang – Kepedulian terhadap siswa terdampak MBG di Sumatera Utara berlanjut. DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali memberikan tali asih kepada pelajar yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan terbaru berlangsung di Aula Bung Karno, lingkungan Kantor DPC PDI Perjuangan Deli Serdang di Lubuk Pakam, Rabu (7/10/2026). Sebanyak 59 siswa dari Kecamatan Galang menerima bantuan sebagai bentuk dukungan kepada anak dan keluarga terdampak.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan terhadap siswa di Kabupaten Karo dan Kabupaten Asahan. Rangkaian kegiatan tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian kader terhadap masyarakat yang mengalami persoalan dalam pelaksanaan program MBG.

59 Siswa di Galang Terima Tali Asih

Kasus di Kecamatan Galang terjadi pada 18 September 2026. Siswa dari empat sekolah dasar dilaporkan mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dan minum susu dari program MBG.

Keluhan yang dilaporkan meliputi sakit perut, mual, muntah dan pusing. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang.

Empat sekolah yang disebut terdampak adalah SDN 101976 Bandar Kuala, SDN 106197 Paku, SDN 101961 Timbang Deli dan SDN 107827 Titi Besi. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Galang Barat yang memasok makanan kemudian dikenai penghentian operasional sementara selama 20 hari sejak 18 September.

Dalam kegiatan pada 7 Oktober, masing-masing dari 59 siswa menerima tabungan BRI senilai Rp300 ribu.

Sebelumnya Bantuan Disalurkan di Karo dan Asahan

Perhatian kepada siswa terdampak MBG di Sumatera Utara sebelumnya dilakukan di Kabupaten Karo.

Pada 3 Oktober 2026, DPD PDI Perjuangan Sumut memberikan tali asih kepada 495 siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Berastagi yang terdampak dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG. Kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kabupaten Asahan pada 5 Oktober 2026. Sebanyak 21 siswa MTsN 2 Asahan di Kisaran menerima tali asih setelah sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan terkait pelaksanaan MBG.

Dengan demikian, kegiatan bantuan tersebut berlangsung secara bertahap dari Karo, Asahan hingga Deli Serdang.

Disebut Menindaklanjuti Arahan Megawati

Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader memberikan perhatian ketika masyarakat menghadapi persoalan.

Saat kegiatan di Karo, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengatakan bantuan merupakan hasil gotong royong kader PDI Perjuangan Sumatera Utara. Menurut dia, kehadiran tersebut ditujukan untuk memberikan dukungan dan penguatan kepada anak-anak serta keluarganya.

Sementara dalam kegiatan di Deli Serdang, Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumut Sutrisno Pangaribuan menyampaikan bahwa kepedulian tidak semata-mata diukur dari nilai bantuan.

Menurut keterangan Sutrisno yang diberitakan media, perhatian kepada siswa terdampak juga perlu dibarengi dengan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya berkaitan dengan keamanan pangan.

Keamanan Pangan MBG Jadi Perhatian

PDI Perjuangan Sumut menyatakan tidak menolak program MBG. Namun, pengawasan pelaksanaannya dinilai perlu diperkuat agar program pemenuhan gizi tersebut aman bagi anak-anak.

Sutarto, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, sebelumnya mengatakan pihaknya menginginkan pengawasan program dilakukan secara ketat agar kejadian serupa tidak kembali membuat masyarakat khawatir.

Perhatian terhadap keamanan makanan menjadi penting karena penerima program merupakan anak-anak usia sekolah. Proses pengolahan, penyimpanan hingga distribusi makanan perlu mengikuti standar keamanan pangan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Rangkaian pemberian tali asih kepada siswa terdampak MBG di Sumatera Utara tersebut menjadi bentuk dukungan kepada anak dan keluarga yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan. Pada saat yang sama, kejadian di sejumlah daerah menjadi pengingat pentingnya evaluasi dan pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.