Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Pemko Binjai Dorong PHBS, Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Terapkan Pola Hidup Sehat

BINJAI – Pemerintah Kota Binjai terus mendorong masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi makanan bergizi hingga rutin melakukan aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga.

Upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan. Pemko Binjai juga mendorong keterlibatan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Komitmen tersebut terlihat melalui sejumlah kegiatan pemerintah daerah. Pada September 2026, misalnya, Pemko Binjai menggelar kegiatan dalam rangka World Cleanup Day 2026 dan mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Pemko juga menjalankan kegiatan Indonesia ASRI secara serentak di lima kecamatan.

Pemko Binjai Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Penerapan PHBS di Kota Binjai menjadi salah satu bagian dari kebijakan pembangunan kesehatan daerah.

Dalam Renstra Dinas Kesehatan Kota Binjai 2021–2026 yang telah direvisi, persentase rumah tangga yang menerapkan PHBS menjadi indikator dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan.

PHBS di tingkat rumah tangga mencakup berbagai kebiasaan penting. Di antaranya menggunakan air bersih, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivitas fisik, serta tidak merokok di dalam rumah.

Bagi keluarga yang memiliki bayi dan balita, indikator tersebut juga mencakup pemberian ASI eksklusif serta pemantauan pertumbuhan bayi dan balita secara rutin. Persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan juga termasuk dalam indikator PHBS rumah tangga yang digunakan Dinas Kesehatan Kota Binjai.

Dengan demikian, pola hidup sehat bukan hanya berkaitan dengan kebersihan diri. Lingkungan rumah, pola konsumsi, aktivitas fisik, kesehatan ibu dan anak, serta sanitasi juga memiliki peranan.

Kebersihan Lingkungan Jadi Perhatian

Selain mendorong kebiasaan sehat di tingkat keluarga, Pemko Binjai juga menjalankan kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Pada 19 Juni 2026, pemerintah kota menggelar aksi gotong royong serentak di lima kecamatan untuk mendukung Gerakan Indonesia ASRI atau Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Kegiatan tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah, aparatur pemerintah, serta unsur terkait. Aktivitasnya mencakup pembersihan fasilitas umum, pembenahan drainase, hingga penataan lingkungan.

Gerakan serupa kembali terlihat pada September. Pemko Binjai memperingati World Cleanup Day 2026 dengan mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan. TP PKK Kota Binjai juga melakukan pembinaan lingkungan bersih dan sehat di Kelurahan Jati Karya.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong kehidupan masyarakat yang lebih sehat.

Mulai PHBS dari Lingkungan Keluarga

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dapat dimulai dari rumah.

Salah satu kebiasaan mendasar adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kebiasaan tersebut perlu diterapkan terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.

Keluarga juga perlu menjaga ketersediaan air bersih serta menggunakan jamban yang layak.

Di sisi lain, lingkungan rumah perlu diperiksa secara berkala untuk mengurangi tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.

Langkah-langkah tersebut sejalan dengan indikator PHBS rumah tangga yang digunakan Dinas Kesehatan Kota Binjai.

Konsumsi Sayur dan Buah serta Rutin Bergerak

Pola makan menjadi bagian lain yang perlu diperhatikan.

Dokumen Dinas Kesehatan Binjai memasukkan konsumsi sayur dan buah setiap hari sebagai salah satu indikator rumah tangga yang menerapkan PHBS. Aktivitas fisik setiap hari juga menjadi bagian dari indikator tersebut.

Karena itu, masyarakat didorong membangun kebiasaan sehat secara konsisten, bukan hanya ketika sedang sakit.

Aktivitas fisik juga tidak selalu harus berupa olahraga berat. Kegiatan sehari-hari yang membuat tubuh aktif bergerak dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif, disesuaikan dengan usia dan kondisi masing-masing orang.

Rumah Bebas Asap Rokok

Hal lain yang menjadi perhatian adalah paparan asap rokok di dalam rumah.

Dinas Kesehatan Kota Binjai memasukkan tidak merokok di dalam rumah sebagai salah satu dari sepuluh indikator PHBS rumah tangga.

Kebiasaan ini penting terutama ketika terdapat anak-anak, ibu hamil, lansia, maupun anggota keluarga lain di dalam rumah.

Dengan menciptakan lingkungan rumah yang lebih bersih dan sehat, keluarga dapat mengurangi paparan berbagai faktor yang berisiko mengganggu kesehatan.

Kesehatan Ibu dan Anak Juga Menjadi Bagian PHBS

Penerapan PHBS juga berkaitan erat dengan kesehatan ibu dan anak.

Dalam rumah tangga yang memiliki bayi, pemberian ASI eksklusif termasuk salah satu indikator PHBS. Selain itu, bayi dan balita perlu mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara rutin.

Pemko Binjai sendiri pada 2026 juga memperkuat program kesehatan anak.

Pada Agustus 2026, pemerintah kota mengikuti koordinasi lintas sektor untuk mempercepat sekaligus memeratakan cakupan imunisasi rutin. Pemko menegaskan imunisasi sebagai bagian penting dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Artinya, membangun masyarakat sehat membutuhkan pendekatan sejak usia dini.

Kebersihan dan Kesehatan Butuh Partisipasi Warga

Pemerintah dapat menyediakan program, fasilitas, dan edukasi kesehatan. Namun, keberhasilan penerapan pola hidup sehat juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, memperhatikan sanitasi, serta menerapkan kebiasaan sehat merupakan tindakan yang dapat dilakukan setiap hari.

Pemko Binjai sebelumnya menegaskan tujuan kegiatan Indonesia ASRI adalah menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih, nyaman, dan sehat.

Kolaborasi pemerintah dan masyarakat karena itu menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan.

PHBS Jadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Program

Dorongan Pemko Binjai untuk menerapkan hidup bersih dan sehat pada akhirnya tidak berhenti pada kegiatan gotong royong atau kampanye kebersihan.

PHBS perlu menjadi kebiasaan sehari-hari mulai dari tingkat keluarga.

Menggunakan air bersih, mencuci tangan memakai sabun, menjaga sanitasi, memberantas jentik, makan sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik, serta menjaga rumah dari asap rokok merupakan beberapa langkah yang tercantum dalam indikator PHBS Kota Binjai.

Dengan partisipasi masyarakat yang berkelanjutan, program pemerintah untuk membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat dapat berjalan lebih efektif.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.