Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Renovasi IGD RSUD Dr Pirngadi Dikebut, Zakiyuddin Targetkan Fasilitas Lebih Luas dan Modern

MEDAN – Pemerintah Kota Medan melanjutkan pembenahan fasilitas kesehatan di RSUD Dr Pirngadi Medan. Salah satu proyek yang kini menjadi perhatian adalah renovasi Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang diarahkan menjadi lebih luas, modern, dan nyaman bagi pasien.

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meninjau langsung progres renovasi IGD tersebut pada Selasa, 29 September 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana sekaligus mengecek pelayanan kepada masyarakat selama proses pembangunan.

Dalam kunjungan itu, Zakiyuddin didampingi Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan.

Pembenahan ini merupakan bagian dari upaya Pemko Medan meningkatkan kualitas RSUD Dr Pirngadi sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan milik pemerintah daerah.

Zakiyuddin Cek Renovasi IGD RSUD Dr Pirngadi

Menurut Zakiyuddin, kondisi IGD sebelumnya masih membutuhkan peningkatan. Karena itu, renovasi dilakukan agar fasilitas yang tersedia nantinya mampu memberikan kenyamanan lebih baik kepada masyarakat.

Ia mengatakan hasil renovasi diharapkan membuat ruang IGD menjadi lebih luas dan modern, sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.

Namun, perubahan tersebut tidak hanya menyangkut bangunan.

Zakiyuddin menekankan bahwa pembangunan fisik harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan. Selama renovasi berlangsung, manajemen rumah sakit diminta tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada pasien.

Hal ini penting karena IGD merupakan salah satu titik utama pelayanan rumah sakit, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera.

Pelayanan Harus Tetap Maksimal Selama Renovasi

Proses renovasi tentu dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi pasien maupun keluarga.

Zakiyuddin mengakui kondisi tersebut. Meski demikian, ia meminta tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit memastikan pelayanan tidak terganggu secara signifikan.

“Untuk sementara ini pasti memang ada ketidaknyamanan pasien karena proses renovasi. Tapi saya tetap tekankan agar pelayanan tetap dilakukan secara maksimal,” kata Zakiyuddin sebagaimana diberitakan dari peninjauan tersebut.

Dengan demikian, renovasi dan pelayanan harus berjalan secara bersamaan.

Pasien yang datang dalam kondisi darurat tetap harus memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis meskipun sebagian fasilitas rumah sakit sedang dibenahi.

Lonjakan Pasien dan Keterbatasan Kamar Jadi Perhatian

Dalam kunjungannya, Zakiyuddin tidak hanya memeriksa pekerjaan renovasi.

Ia juga menyoroti peningkatan jumlah pasien serta keterbatasan kamar yang menjadi tantangan pelayanan di RSUD Dr Pirngadi. Pemko Medan telah meminta jajaran rumah sakit bergerak lebih cepat mencari solusi.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah memanfaatkan ruangan lain yang memungkinkan untuk dijadikan ruang perawatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit ketika jumlah pasien meningkat.

Namun, pemanfaatan ruangan tambahan tentunya tetap perlu memperhatikan kelayakan fasilitas dan kebutuhan pelayanan medis.

Renovasi IGD Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Pemko Medan berharap pengerjaan renovasi IGD RSUD Dr Pirngadi dapat diselesaikan sesuai target.

Zakiyuddin menyatakan seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas dan siap digunakan pada 2026.

Jika target tersebut tercapai, masyarakat nantinya diharapkan mendapatkan fasilitas IGD yang lebih representatif.

Ruang yang lebih luas juga penting untuk mendukung alur penanganan pasien, terutama ketika terjadi peningkatan jumlah kunjungan.

Meski demikian, peningkatan fasilitas fisik tetap harus dibarengi dengan kesiapan tenaga kesehatan, peralatan medis, kebersihan, serta sistem pelayanan.

Pembenahan Pirngadi Sudah Berjalan Bertahap

Renovasi IGD bukan langkah pertama dalam pembenahan RSUD Dr Pirngadi.

Pada April 2026, Dinas Kesehatan Kota Medan melaporkan proses revitalisasi rumah sakit terus berjalan. Saat itu, Zakiyuddin bersama Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra Pulungan meninjau renovasi ruang CT Scan sekaligus rencana revitalisasi IGD.

RSUD Dr Pirngadi juga mendapatkan dukungan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI berupa CT Scan, cathlab, dan IHK. Menurut Dinas Kesehatan Kota Medan pada April 2026, peralatan tersebut telah tiba dan dipersiapkan untuk mendukung pelayanan pasien.

Artinya, pembenahan rumah sakit dilakukan secara bertahap, baik melalui peningkatan ruang pelayanan maupun penyediaan peralatan kesehatan.

Kondisi IGD Sudah Disorot Sejak 2025

Upaya memperbaiki RSUD Dr Pirngadi sebenarnya sudah menjadi perhatian Zakiyuddin sejak awal masa jabatannya.

Pada 24 Februari 2025, ia meninjau IGD, ICU, hingga ruang rawat inap kelas III. Ketika itu, beberapa fasilitas dinilai masih membutuhkan pembenahan.

ANTARA melaporkan Zakiyuddin saat itu menyoroti fasilitas dan kebersihan, termasuk kondisi kamar mandi pasien serta kebocoran pada ruangan ICU. Ia meminta manajemen melakukan perbaikan secara bertahap.

Pada Maret 2025, perhatian juga diarahkan pada sejumlah fasilitas lain, mulai dari penerangan, area rumah sakit, penempatan mesin, hingga sistem parkir

Rangkaian peninjauan tersebut kemudian berlanjut dengan revitalisasi fasilitas pada 2026.

Pemko Medan Dorong Penguatan Layanan Kesehatan

Pembenahan Pirngadi berkaitan dengan kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan rujukan di Kota Medan.

Dokumen Renstra Dinas Kesehatan Kota Medan 2021–2026 sebelumnya mencatat bahwa pelayanan kesehatan rujukan membutuhkan peningkatan fasilitas dan layanan di RSUD Dr Pirngadi. Dokumen tersebut juga menyinggung pentingnya dukungan alat kedokteran, obat, bahan medis habis pakai, serta dukungan pemerintah kota dan pusat.

Karena itu, renovasi IGD menjadi salah satu bagian dari proses yang lebih luas.

Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan gedung dengan tampilan baru, tetapi memperkuat kemampuan rumah sakit dalam melayani masyarakat.

IGD Lebih Modern Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Pasien

Setelah renovasi selesai, IGD RSUD Dr Pirngadi diharapkan memiliki fasilitas yang lebih luas, modern, dan nyaman.

Perubahan tersebut juga diharapkan membantu tenaga medis memberikan penanganan kepada pasien secara lebih optimal.

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada penyelesaian pembangunan dan penerapan sistem pelayanan setelah fasilitas mulai digunakan.

Pemko Medan sendiri menargetkan pengerjaan dapat selesai pada tahun ini.

Dengan demikian, peninjauan Zakiyuddin pada 29 September bukan hanya untuk melihat progres pembangunan. Pemko Medan juga ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan selama renovasi dan persoalan kapasitas pasien mendapatkan solusi.

Pembenahan RSUD Dr Pirngadi pun menjadi bagian dari agenda peningkatan layanan publik di bidang kesehatan yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Medan.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.