GUNUNGSITOLI — Pemerintah Kota Gunungsitoli terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi pola hidup sehat di TK Swasta Katolik Cenderawasih Gunungsitoli, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli dengan dukungan Dinas Kesehatan. Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Bunda PAUD Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, turut hadir. Ia memberikan arahan kepada anak-anak, orang tua, serta guru mengenai pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Pemeriksaan Gigi dan Mulut Anak
Salah satu agenda utama adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan oleh drg. Yopie Silitonga.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kondisi kesehatan gigi anak sejak dini. Selain pemeriksaan, anak-anak mendapat edukasi mengenai cara menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Mereka juga diajak membiasakan menyikat gigi secara rutin serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Edukasi sejak usia dini dinilai penting karena kebiasaan yang terbentuk pada masa pertumbuhan dapat terus diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Anak Diajak Membiasakan Pola Hidup Sehat
Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Gunungsitoli mengajak anak-anak menerapkan sejumlah kebiasaan sehat.
Kebiasaan itu antara lain mencuci tangan, menggosok gigi, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Anak juga didorong mencukupi kebutuhan air putih dan memiliki waktu tidur yang cukup.
Langkah tersebut sejalan dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Melalui pembiasaan tersebut, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, mandiri, cerdas, dan berkarakter.
Tumbuh Kembang Bukan Hanya Kesehatan Fisik
Perhatian terhadap anak tidak berhenti pada kondisi fisik.
Bunda PAUD Gunungsitoli menekankan bahwa perkembangan kecerdasan, kemampuan sosial dan emosional, karakter, serta kemandirian juga perlu mendapatkan perhatian secara seimbang.
Karena itu, pendampingan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Orang tua memiliki peran utama dalam membangun kebiasaan di lingkungan keluarga. Sementara itu, sekolah membantu membentuk lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan.
Tenaga kesehatan juga berperan melalui pemeriksaan, edukasi, dan upaya pencegahan masalah kesehatan.
Dengan demikian, tumbuh kembang anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Orang Tua dan Guru Punya Peran Penting
Pemko Gunungsitoli mendorong sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar kebiasaan sehat tidak hanya diterapkan ketika anak berada di sekolah.
Sebaliknya, kebiasaan baik perlu dilanjutkan di rumah.
Orang tua dapat membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan tubuh, serta memiliki jadwal tidur yang cukup. Selain itu, aktivitas fisik sesuai usia dapat menjadi bagian dari rutinitas anak.
Guru juga dapat memberikan contoh melalui kegiatan sederhana di sekolah.
Misalnya, anak dibiasakan mencuci tangan dan menjaga kebersihan gigi. Edukasi dengan metode yang menyenangkan akan membantu anak memahami pentingnya menjaga kesehatan.
Sekolah Jadi Ruang Pendukung Tumbuh Kembang Anak
Lingkungan pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan.
Sebab, sekolah bukan hanya menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan. Lingkungan tersebut juga membantu membangun kemampuan sosial, kemandirian, kedisiplinan, dan karakter.
Karena itu, Pemko Gunungsitoli mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan ramah bagi anak.
Pendekatan tersebut juga terlihat dalam kegiatan lain yang dilaksanakan Pemko Gunungsitoli.
Pada 28 Agustus 2026, Bunda PAUD mengunjungi KB Kasih Karunia di Desa Siwalubanua II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Dalam kegiatan itu, anak-anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari petugas Puskesmas Tetehosi Fowa.
Selain pemeriksaan kesehatan, Bunda PAUD menyerahkan Alat Permainan Edukatif untuk mendukung kreativitas dan perkembangan anak melalui kegiatan bermain.
Yayasan Apresiasi Perhatian Pemko Gunungsitoli
Ketua Yayasan Santa Maria Grasia, Suster Faustina Fau, S.C., M.M., menyambut positif kegiatan di TK Swasta Katolik Cenderawasih.
Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Gunungsitoli terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak usia dini.
Pihak yayasan juga berharap kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Program yang konsisten dapat membantu meningkatkan kesadaran anak, orang tua, dan tenaga pendidik mengenai pentingnya kesehatan sejak usia dini.
Kolaborasi untuk Anak Gunungsitoli yang Sehat
Pemko Gunungsitoli menempatkan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan pembentukan karakter sebagai bagian yang saling berkaitan.
Pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui kondisi anak. Sementara itu, edukasi kesehatan membantu membangun kebiasaan baik.
Di sisi lain, dukungan keluarga dan sekolah menjadi bagian penting agar kebiasaan tersebut terus diterapkan.
Melalui kolaborasi itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap anak-anak dapat tumbuh secara optimal menjadi generasi yang sehat, cerdas, ceria, mandiri, dan berkarakter.
