Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Pemko Medan Telusuri Faktor Risiko Stunting di Medan Sunggal, Pendampingan Keluarga Diperkuat

MEDANAudit stunting Medan Sunggal dilakukan Pemerintah Kota Medan untuk menelusuri faktor risiko sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat. Melalui Dinas P3APMP2KB, Pemko Medan melaksanakan verifikasi dan validasi data terhadap kelompok sasaran di Kecamatan Medan Sunggal.

Kegiatan tersebut tidak hanya menyasar anak yang mengalami masalah pertumbuhan. Selain itu, audit melibatkan calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, bayi di bawah dua tahun atau baduta, serta balita. Pendekatan tersebut dilakukan agar faktor risiko dapat diketahui sejak dini.

Audit Stunting Medan Sunggal Cari Faktor Risiko

Audit kasus stunting bertujuan mengetahui penyebab yang berpotensi memicu stunting. Dengan demikian, langkah pencegahan dapat disusun berdasarkan kondisi kelompok sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Tim Audit Kasus Stunting Kota Medan melakukan penimbangan dan pengukuran terhadap baduta serta balita. Sementara itu, calon pengantin, ibu hamil, dan ibu nifas mendapatkan pendampingan.

Tim tersebut diperkuat oleh pakar dan tenaga teknis audit. Oleh karena itu, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada data pertumbuhan anak, tetapi juga faktor risiko yang ditemukan pada keluarga sasaran.

Sebanyak 25 Orang Menjadi Sampel Audit

Pemko Medan kemudian menjelaskan lebih rinci hasil rangkaian audit dalam kegiatan diseminasi pada Desember 2023.

Sebanyak 25 orang menjadi sampel audit di Kecamatan Medan Sunggal. Jumlah tersebut terdiri atas lima calon pengantin, lima ibu hamil, lima ibu menyusui, serta 10 anak dari kelompok baduta dan balita.

Verifikasi dan validasi tidak hanya berlangsung di Kantor Camat Medan Sunggal. Selain itu, tim melakukan kunjungan langsung kepada keluarga berisiko dan ibu hamil.

Cara tersebut memungkinkan petugas melihat kondisi sasaran secara lebih dekat.

Pengukuran Baduta dan Balita Dilakukan

Pengukuran menjadi bagian penting dalam audit stunting Medan Sunggal.

Tim melakukan penimbangan dan pengukuran tubuh baduta serta balita. Selanjutnya, data yang diperoleh digunakan untuk membantu menganalisis faktor risiko.

Langkah tersebut penting karena pemantauan pertumbuhan membantu mendeteksi masalah sejak awal.

Namun, audit tidak berhenti pada pengukuran fisik. Kondisi keluarga dan kelompok berisiko juga menjadi perhatian dalam menentukan rekomendasi penanganan.

Calon Pengantin dan Ibu Hamil Ikut Didampingi

Pencegahan stunting perlu dilakukan sebelum seorang anak lahir.

Karena itu, calon pengantin menjadi salah satu kelompok sasaran audit. Ibu hamil dan ibu setelah melahirkan juga mendapatkan pendampingan.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya dilakukan ketika masalah pertumbuhan sudah ditemukan pada anak.

Sebaliknya, pencegahan dapat dimulai sejak sebelum kehamilan dan dilanjutkan selama periode penting pertumbuhan anak.

Bantuan Makanan Juga Diberikan

Selain melakukan pemeriksaan dan pendampingan, tim memberikan bahan makanan tambahan kepada kelompok sasaran.

Bantuan tersebut berupa beras, gula, minyak makan, telur, dan kacang hijau.

Dengan adanya pendampingan tersebut, kelompok sasaran tidak hanya memperoleh pemeriksaan. Mereka juga mendapatkan dukungan sebagai bagian dari kegiatan penanganan.

Hasil Audit Menjadi Dasar Rekomendasi

Verifikasi dan validasi memiliki tujuan yang lebih luas.

Pemko Medan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digunakan untuk menganalisis faktor risiko stunting. Kemudian, hasilnya menjadi bahan untuk menyusun rekomendasi penanganan, memperbaiki tata laksana kasus, serta menentukan upaya pencegahan.

Tahapan audit juga dilakukan secara berkelanjutan.

Proses dimulai dari pembentukan tim audit dan manajemen pendampingan. Setelah itu, hasil audit didiseminasikan dan rencana tindak lanjut dievaluasi.

Rekomendasi Penanganan Kembali Dipertajam

Rangkaian audit stunting Medan Sunggal berlanjut setelah verifikasi lapangan.

Pada 1 Desember 2023, tim pakar memaparkan masalah yang ditemukan dari sampel kasus sekaligus rencana tindak lanjutnya. Selanjutnya, Pemko Medan menggelar Diseminasi Tahap II Audit Kasus Stunting pada 14 Desember 2023.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mempertajam rekomendasi intervensi spesifik, intervensi sensitif, dan pencegahan.

Dengan begitu, penanganan diharapkan semakin terarah sesuai kondisi kelompok yang telah diaudit.

Puskesmas Ikut Terlibat dalam Penanganan

Diseminasi tersebut melibatkan berbagai unsur.

Sebanyak 182 peserta mengikuti kegiatan, termasuk tim pakar, tim teknis audit, perangkat daerah, camat, perwakilan kelurahan, serta kepala puskesmas se-Kota Medan. Tenaga pelaksana gizi dari Puskesmas Medan Sunggal dan Puskesmas Lalang juga dilibatkan.

Selain itu, Koordinator KB dan PKB Medan Sunggal menjadi bagian dari peserta.

Kolaborasi lintas sektor diperlukan karena faktor penyebab stunting dapat saling berkaitan. Oleh sebab itu, pencegahan membutuhkan dukungan pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga, pemenuhan gizi, dan intervensi lainnya.

Pencegahan Perlu Dilakukan Berkelanjutan

Audit membantu pemerintah mengetahui faktor risiko berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Pada akhirnya, data tersebut dapat digunakan untuk menentukan intervensi yang lebih sesuai. Pendampingan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar risiko dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Pelaksanaan audit stunting Medan Sunggal menunjukkan bahwa pencegahan membutuhkan pendekatan sejak sebelum kehamilan hingga masa pertumbuhan anak. Dengan demikian, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, balita, keluarga, tenaga kesehatan, dan pemerintah memiliki peran dalam upaya menekan kasus stunting.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.